Bisakah itu disebut iman jika tidak di cerminkan dengan perbuatan. Iman adalah kunci dari segalanya. Kita bisa saja beragama dengan tanpa iman. Mengucapkan doa-doa, menjalankan ritual tertentu, termasuk pergi ke gereja tiap minggu pun hanya merupakan kegiatan agama. Tetapi jika tanpa iman, semuanya itu tidak menghasilkan kekekalan. Yakobus 2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Menurut saya, dalam hidup ini kita harus sebisa mungkin dengan iman kita yang terus menerus dibantu oleh Roh Kudus, kita menjalankan apa saja yang dikehendaki oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Hidup kudus, karena Allah adalah kudus. Tidak bisa kita bergabung dengan Allah yang kudus jika kita sendiri tidak kudus. Kita mau belajar tiap hari untuk menjadi semakin mirip dengan Yesus. Dengan segala keterbatasan kita sebagai manusia yang berdosa, maka menjadi sempurna seperti Kristus seakan-akan mustahil. Tetapi ingat tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan. Kita harus berusaha sekuat mungkin.
Jika kita benar-benar telah menerima anugerah Tuhan, maka ketika kita melihat dunia ini tampaklah sesuatu yang lain. Meskipun kita melihat sesuatu yang sama, tetapi kini memiliki arti yang lain. Agak susah dijelaskan memang. Tetapi seperti selama ini kita menggunakan kaca mata hitam dan kini dilepas sehingga semuanya tampak lebih jelas. Seperti screen saver yang tiba-tiba hilang setelah mouse digerakkan. Jika kita membaca firman yang sama sekalipun, maka sekarang artinya bisa berbeda. Misalnya tulisan saya sebelumnya mengenai Matius 7:7 yang sebelumnya kita bahas: mintalah maka akan diberikan kepadamu. Untuk orang yang belum mempunya iman, maka bisa ditafsirkan artinya kalau kita meminta apa saja dari Tuhan, maka akan diberi. Tetapi jika kita sudah mendapatkan anugerah tadi, maka kita bisa tahu bahwa itu bukanlah kejadian sesungguhnya.
Disini Roh Kudus mulai bekerja aktif di dalam kita. Memberi penerangan dan bimbingan. Tanpa pertolongan Roh Kudus, jika kita membaca kitab suci bisa menjadi sesat. Bahaya sekali itu. Dengan Roh Kudus maka akan ditunjukkan jalan yang benar. Saya bisa berkata seperti ini karena saya sendiri sudah pernah mengalami. Saya sudah mengenal Kristus sejak dari lahir, tetapi baru beberapa bulan terakhir ini benar-benar menerima anugerah dari Tuhan. Puji Tuhan. Semoga dengan tulisan saya ini, beberapa dari saudara dapat sedikit mengerti dan menjadi terbuka hatinya dan bisa menerima firman Tuhan dalam kehidupan saudara.
Tidak hanya bagaimana saudara melihat dunia yang dirubah, tetapi semua perbuatan saudara juga akan secara otomatis berubah secara drastis. Ini bukan berarti dalam proses satu hari saja anda bisa menjadi kudus, bukan seperti itu. Ini memerlukan proses. Semakin hari maka anda akan naik levelnya. Tetapi anda akan mulai mau berusaha untuk menghilangkan perbuatan-perbuatan dosa, tidak lagi memprioritaskan kepentingan-kepentingan duniawi, dan mulai berusaha melakukan perbuatan yang menghasilkan kekekalan. Ini juga bukan berarti semua yang anda doakan selama ini dikabulkan, tetapi jika tidak dikabulkan anda sudah mengerti kenapa.
Kerja Tuhan memang ajaib. Kita tidak bisa mengerti Tuhan dan jangan berusaha mengerti (anda bisa jadi sesat). Apa yang menjadi rahasia Tuhan, ya biarkan demikian. Otak manusia terbatas sekali untuk bisa mengerti rahasia surga. Paulus adalah orang farisi dari aliran yang paling keras. Dia mengejar kejar dan menganiaya pengikut Yesus. Tetapi jika Tuhan mau memakai dia, maka dia bisa menjadi salah satu rasul yang besar. Jika Tuhan mau memakai kita, kita tidak bisa menolaknya. Introspeksi diri anda sekarang. Jika anda sudah mulai merasa gelisah dengan membaca firman, ingin mengetahui lebih lanjut, timbul berbagai pertanyaan, dsb. Ikutilah itu maka Tuhan akan membukakan jalan bagimu. Puji Tuhan.
No comments:
Post a Comment